Joint Coordinating Committee “integrated Study On Mitigation Of Multimodal Disasters Caused By Ejection Of Volcanic Products” Satreps (science And Technology Researceh Partnership For Sustainable Development)

Joint Coordinating Committee

 “Integrated Study on Mitigation Of Multimodal Disasters Caused by Ejection of Volcanic Products”

SATREPS (Science and Technology Researceh Partnership for Sustainable Development)

 

Latar belakang proyek kerjasama SATREPS (Science and Technology Research Partnership of Sustainable Development) merupakan program kerjasama penelitian antara Japan Science and Technology Agency, Japan International Cooperation Agency (JICA) dan Institusi Pemerintah Indonesia serta Universitas yang penerapannya selain untuk kegiatan ilmiah juga untuk dimanfaatkan masyarakat. Kerjasama Institusi Pemerintah Jepang – Indonesia dilaksanakan selama 5 tahun.  Kerjasama telah ditandatangani pada tanggal 11 Desember 2013, antara Perwakilan JICA Indonesia dengan Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Wakil Rektor Universitas Gajah Mada, Direktur Pusat Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Kepala Pusat Perubahan Cuaca dan Kualitas Udara (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika).

Dalam rangka implementasi dan evaluasi pelaksanaan pekerjaan kerjasama SATREPS ini, dilaksanakan rapat tahunan koordinasi (Joint Coordinating Committee) dengan tema Integrated study of Mitigation of multimodal disasters caused by ejection of volcanic product, diselenggarakan pada hari Kamis 13 April 2017 di ruang rapat PVMBG lantai 2 Jl. Diponegoro 57 Bandung.

Dari Badan Geologi diwakili oleh Kepala Pusat PVMBG, Kasbani, Kepala Bidang, I Gede Suantika, Kepala Sub Bidang Mitigasi Gunung Wilayah Barat, Hendra Gunawan. Pihak dari  Project overview of  SATREPS project dipimpin oleh Prof. Iguchi Masato, Mr. Ishigaki, Nakamichi, Prof. Nakada Setsuya, Prof. Miyamoto Kuniaki (Tokyo University), Prof. Ohishi (Kobe University), Prof. Fujita Masaharu (Kyoto).  Turut hadir perwakilan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Universitas Gajah Mada, Kementerian Pekerjaan Umum.      

 

Materi rapat dan Diskusi ini dibuat dalam beberapa Group,  dimana masing-masing group membahas permasalahan :

·         Group 1, Development of total observation system

·         Group 2, Forecasting and real time estimation of discharge rate

·         Group 3, Forecasting multimodal sediment disaster

·         Group 4, Forecasting influence on airlines due to volcanish ash

·         Group 5, Integration to support system of decisions making (Support system of decision making for mitigation of multimodal disaster)

 

jointcoordinatingcommitteeintegratedstudyonmitigationofmultimodaldisasterscausedbyejectionofvolcanicproductsKunjungan kerjasama SATREPS (Science and Technology Research Partnership of Sustainable Development) ke Badan Geologi, di ruang rapat PVMBG lantai 2 Jl. Diponegoro 57 Bandung, Kamis (13/04/17)

jointcoordinatingcommitteeintegratedstudyonmitigationofmultimodaldisasterscausedbyejectionofvolcanicproducts1Foto bersama Peserta SATREPS (Science and Technology Research Partnership of Sustainable Development)

 

Sumber  : Hendra Gunawan

 

Pengirim : Fery & Winda


<kembali>

Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi (PSDMBP), Badan Geologi mengadakan pemaparan hasil kegiatan PSDMBP Tahun Anggaran 2016, pada Kamis, 6 April 2017 di Auditorium Gedung D Lantai 4 Bagian Timur PSDMBP Jl.Soekarno Hatta no.444 Bandung. Acara ini dihadiri oleh peserta lebih kurang 300 orang yang terdiri dari perwakilan dinas ESDM Provinsi dan Kabupaten/Kota, perwakilan dari perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan mineral, batubara dan panas bumi, perwakilan dari perguruan tinggi, perwakilan dari instansi di lingkungan KESDM, perwakilan dari asosiasi profesi, akademisi, dan para pejabat fungsional di lingkungan KESDM.

Kinerja utama yang dicapai PSDMBP, Badan Geologi Tahun 2016 yaitu 24 rekomendasi wilayah kerja yang terdiri dari 10 rekomendasi Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) mineral, 10 rekomendasi WIUP batubara, 1 rekomendasi Wilayah Kerja (WK) gas metana batubara/CBM, dan 3 rekomendasi WK panas bumi. Selain itu ada 52 rekomendasi wilayah prospek yang terdiri dari 23 rekomendasi mineral, 13 rekomendasi batubara, bitumen padat, dan CBM, serta 16 rekomendasi panas bumi.

Rekomendasi tersebut bermanfaat dalam pengungkapan potensi sumber daya mineral dan energi yang dapat dijadikan acuan dalam pelelangan wilayah kerja sehingga dapat menjadi daya tarik investor di sektor energi dan sumber daya mineral yang berdampak meningkatnya investasi sektor ESDM di Indonesia yang dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat. PSDMBP, Badan Geologi selalu berusaha untuk meningkatkan status hasil kegiatan penyelidikannya sehingga pemerintah dapat terus menemukan potensi sumber daya mineral dan energi yang baru, antara lain melalui survei rinci 3G (Geologi, Geokimia, Geofisika), pengeboran landaian suhu, pengeboran CBM dengan peningkatan potensi Deep Seated Coal, eksplorasi mineral dan batubara untuk peningkatan status sumber daya.

Dwi Asmoro Susanto, A.Md selaku ketua panitia menjelaskan bahwa pemaparan ini merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban atas hasil-hasil kegiatan unit pelaksana di bawah Badan Geologi yaitu PSDMBP pada Tahun Anggaran 2016, yang berupa informasi hasil inventarisasi, evaluasi dan penyelidikan sumber daya mineral, batubara dan panas bumi di berbagai daerah di Indonesia terutama yang dilakukan pada Tahun 2016.  

Ketua Panitia Ir. Hedi Hidayat, M.Si menjelaskan tujuan dari acara ini yaitu untuk menyampaikan informasi hasil penyelidikan dan penelitian yang dilakukan oleh PSDMBP, Badan Geologi agar masyarakat luas dapat mengambil manfaat yang sebesar-besarnya baik untuk kepentingan ilmu pengetahuan, ekonomis dan diharapkan mendatangkan manfaat nyata pada pembangunan perekonomian serta pendidikan bangsa. Jumlah makalah yang akan dipresentasikan sebanyak 30 makalah. Selain itu, dalam acara ini juga akan menyajikan pameran berupa peta dan poster hasil kegiatan dan fasilitas yang dimiliki oleh PSDMBP.

Dr. Ir. Ego Syahrial M.Ec, Kepala Badan Geologi, dalam sambutannya menerangkan bahwa Badan Geologi ikut berperan serta dalam memberikan usulan WUP dan WPN dari segi geosains yang didapat dari hasil penyelidikan. Hal yang sama dengan Panas Bumi, sesuai dengan Undang-Undang No 21 Tahun 2014 tentang Panas Bumi, dalam hal ini Badan Geologi mempunyai tugas untuk melakukan penelitian, survei dan eksplorasi Panas Bumi, yang hasilnya berupa usulan WK untuk ditetapkan oleh Menteri ESDM.

Pemaparan ini merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban atas hasil-hasil kegiatan unit pelaksana di bawah Badan Geologi yaitu PSDMBP pada Tahun Anggaran 2016, yang berupa informasi hasil inventarisasi, evaluasi dan penyelidikan sumber daya mineral, batubara dan panas bumi di berbagai daerah di Indonesia terutama yang dilakukan pada Tahun 2016. Badan Geologi ikut berperan serta dalam memberikan usulan Wilayah Usaha Pertambangan (WUP), Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) dan Wilayah Pencadangan Negara (WPN) dari segi geosains yang didapat dari hasil penyelidikan.

PSDMBP, Badan Geologi terus meningkatkan kinerjanya sebagai unit pemerintah yang kompeten dalam menyusun usulan WUP Mineral dan Batubara, WK Panas Bumi, dan WK Gas Metan Batubara, serta penyusunan Neraca Sumber Daya Mineral, Batubara dan Panas Bumi yang dapat digunakan sebagai acuan oleh semua pemangku kepentingan baik di pusat maupun di daerah. PSDMBP, Badan Geologi berusaha untuk meningkatkan hasil kegiatan eksplorasinya, sehingga negara ini tidak akan kekurangan dan dapat terus menemukan cadangan sumber daya mineral, batubara dan panas bumi yang baru. Semoga di masa mendatang, kegiatan yang positif ini dapat terus terlaksana dengan lebih baik.

 

 

Sambutan Kepala Badan Geologi, Ego Syahrial pada Acara Pemaparan Hasil Kegiatan             Pusat Sumber Daya Mineral Batubara, dan Panas Bumi di Auditorium Barat Gedung D

Jalan Soekarno Hatta Nomor 444 Bandung, Kamis 4 April 2017

 

Peserta Hasil Kegiatan Pemaparan Pusat Sumber Daya Mineral Batubara, dan Panas Bumi

 

 

 

 

Kepala Badan Geologi, Ego Syahrial door stop dengan para awak media sesudah

meninjau pameran

 

 

 

Kepala Badan Geoilogi, Ego Syahrial door stop dengan para awak media

sesudah  meninjau pameran

 

 

 

Pengirim : Johan Budi dan Lilies Marie