Knowledge Sharing Antara Badan Geologi Dan Deputi Pengendalian Operasi Skk Migas

 Knowledge Sharing

antara Badan Geologi dan Deputi Pengendalian Operasi Skk Migas

 

Hari Kamis, tanggal 16 Februari 2017 telah diadakan pertemuan antara Badan Geologi (PSG), SKK Migas, INPEX, dan BALITBANG ESDM (PPPGL), membahas masalah Geologi Teknik Lapangan Abadi Blok Masela yang rencananya akan dikembangkan pemasangan infrastruktur migas. Rapat dipimpin oleh Kepala Pusat Survei Geologi, Muhammad Wafid dan Deputi Pengendalian Operasi SKK Migas, Luki Yusgianto.

Pada pertemuan tersebut dilakukan presentasi oleh INPEX, SKK Migas, dan Badan Geologi.

  • Presentasi oleh SKK MIGAS : dilakukan oleh Kepala UPP Abadi. SKK MIGAS menyebutkan bahwa Proyek Abadi berada di offshore Laut Arafura, jarak ke daratan 120 km, kedalaman laut 400 - 800 m, GIIP 1P 19.9, GIIP 2P 26.3, Reserves 11.9, reserves 2P 15.8 . Proyek Abadi adalah greenfield, pembangunan kilang yang mengalirkan gas dari proyek ini rencana menggunakan skema darat. Skenario pemasangan pipa gas lebih kurang 80 km ke Pulau Yamdena, atau 600 km ke Pulau Aru. Pipa rencananya dipasang melalui dasar laut. SKK Migas memerlukan data kondisi geologi bawah laut untuk menentukan teknik penyambungan dari offshore well dan pipanisasi, serta pembangunan fasilitas kilang di pantai (shore approach). Tantangannya adalah keterdapatan Palung Timor antara lapangan Abadi ke daratan terdekat. Desain pipanisasi rigid atau flexible tergantung kondisi tektonik di daerah tersebut.
  • Presentasi oleh Badan Geologi (Pusat Survei Geologi), dilakukan oleh pejabat fungsional bidang Sumber Daya Migas, Heri Hermiyanto. Badan Geologi menyebutkan bahwa cadangan gas di Masela 10.73 TCF, kondensat 209 MMSTB , kandungan CO2 9.3%. Dengan besar cadangan tersebut gas bisa diproduksi lebih kurang 88 tahun. Blok Masela terletak di Cekungan Selaru Selatan, merupakan Cekungan Tersier-Pratersier, pada paparan continental margin Australia. Stratigrafi Blok Masela diambil analogi dari Pulau Tanimbar. Di Kepulauan Babar muncul batuan-batuan bancuh dan mud volcano. Reservoir di Fm. Plover Jurassic. Paleogeografi Blok Masela adalah shelf. Lapangan Abadi dan daratan terdekat dilewati oleh palung dengan kedalaman lebih dari 2000 meter. Struktur geologi yang berkembang sesar-sesar normal membentuk graben-graben tenggara-barat laut, dan mega thrust di selatan.

Pergerakan lempeng relatif dari pengukuran GPS antara 30 – 80 mm pertahun, pergerakan ke arah utara. Pemasangan pipa di area Aru beresiko pipa akan bergerak ke arah palung. Blok – blok normal fault dan prismatic accretion bisa potensi tsunami, terutama di inner Banda Arc yang berpotensi mengancam kilang. Sedangkan outer Banda Arc relative lebih stabil. Percepatan gempa maksimum di Yamdena terukur 0.4 – 0.45 g, nilai percepatan relatif rendah.

Secara tektonik Blok Masela relatif aman, tetapi yang perlu diperhatikan adalah potensi longsoran bawah laut dan submarine volcano. Kepulauan Babar dan Tanimbar tersusun atas batuan yang relatif stabil untuk pembangunan kilang. Morfologi dasar laut blok Masela ke Babar dan Tanimbar berundulasi dengan kedalaman bervariasi, sehingga desain pipanisasi di dasar laut cukup beresiko.

  • PPPGL berpendapat bahwa area offshore Arafura banyak submarine channel yang masuk ke trench, akan berbahaya untuk pipanisasi. Active fault banyak muncul di area prisma akresi. Resiko  pipanisasi : sliding, submarine channel, dan active fault. Studi geohazard di area tersebut harus dilengkapi data – data multibeam.
  • Presentasi oleh INPEX : INPEX pernah melakukan studi geohazard, offshore geophysical survey, dan coring, untuk merancang desain pemasangan pipa. INPEX juga akan melakukan survei onshore. Studi offshore yang dilakukan INPEX adalah : AUV (Autonomous Underwater Vehicleswath Bathymety, Sub Bottom Profiler, high resolution single channel seismic, side scan sonar (memetakan permukaan bawah laut), magnetometer (menentukan anomaly magnet bawah laut), 3 m drop core sampling, 6 m piston core sampling, deep core (untuk menentukan kedalaman pipa), Metocean Marine buoy. Studi onshore yang dilakukan INPEX : LIDAR Aerial Photogrammetry, UAV. Offshore Geological Survey dilakukan pada 2014. Survei OGS di Tanimbar slope dilakukan lebih detil dengan tujuan mengetahui potensi geohazard. Survei OGS mengungkapkan adanya submarine channel di utara dan searah Masela dan pulau – pulau atoll. INPEX menyampaikakan pula desain pipa gas melewati palung Timor/ Tanimbar Trough (floating pipe).

Probabilitas kejadian longsoran besar di Tanimbar Slope adalah 10.000 – 38.000 tahun sekali. Identifikasi landslide dan slope stability bisa dilakukan melalui LIDAR/ citra satelit

Diharapkan kedepan dapat dilakukan penelitian tentang geologi, potensi geohazard, dan geoteknik yang lebih detil, di offshore Kepulauan Yamdena, Babar, dan Aru serta area onshore, yang akan menjadi lokasi pipanisasi dan pembangunan kilang. Penelitian tersebut sebaiknya melibatkan Badan Geologi, PPPGL, dan DisHidros TNI AL yang memiliki data – data primer geologi dan geofisika, kondisi batimetri, topografi bawah laut dan kondisi arus di area tersebut.

knowledgesharingantarabadangeologidandeputipengendalianoperasiskkmigasPeserta Knowledge Sharing dari Badan Geologi dan Deputi Pengendalian Operasi SKK Migas di Ruang Rapat Gedung C lantai 2 Pusat Survei Geologi Jl. Diponegoro No. 57 Bandung, Kamis (16/02/17)

knowledgesharingantarabadangeologidandeputipengendalianoperasiskkmigas1 Foto bersama peserta Knowledge Sharing dari Badan Geologi dan Deputi Pengendalian Operasi SKK Migas

knowledgesharingantarabadangeologidandeputipengendalianoperasiskkmigas2Kunjungan ke Laboratorium Pusat Survei Geologi Badan Geologi  Jl. Diponegoro No. 57 Bandung, Jumat (17/02/17)

 

Pengirim : Lilies Marie

Sumber   : Lauti Dwita Santy

 

 

 

<kembali>