Tanggapan Kejadian Gempa Bumi Di Baratdaya Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat, Tanggal 5 Agustus 2018

mentawai
I. Informasi gempa bumi

Gempa bumi terjadi pada hari Minggu, 5 Agustus 2018 pukul 15:56:23 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pusat gempa bumi berada pada koordinat  2,33°LS dan 99,41°BT (38 km sebelah barat daya Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat), dengan magnitudo 5,6 pada kedalaman 22 km.  Berdasarkan informasi dari GeoForschungsZentrum (GFZ) Jerman, pusat gempa bumi berada pada koordinat 2,24°LS dan 99,57°BT, dengan magnitudo 5,2 dan kedalaman 24 km. The United States Geological Survey , Amerika Serikat melaporkan bahwa pusat gempa bumi berada pada koordinat 2,4°LS dan 99,34°BT, dengan magnitudo 5,5 dan kedalaman 10 km.Gempa bumi tersebut diikuti gempa bumi susulan pada pukul 16:51 WIB dengan kekuatan M 5,1, berpusat di koordinat 2,33° LS dan 99,46° BT pada kedalaman 67 km (BMKG).

II. Kondisi geologi daerah terdampak gempa bumi
Pusat gempa bumi berada di laut, di pantai barat Pulau Sumatera. Berdasarkan tatanan tektoniknya, daerah pusat gempa dipengaruhi oleh zona penunjaman lempeng Indo-Australia ke bawah lempeng Eurasia, sehingga memberikan kontribusi tektonik di laut maupun di daratan Pulau Sumatera. Secara geologi, daerah sekitar pusat gempa bumi tersusun oleh alluvium dan endapan pantai, serta batuan sedimen berumur Tersier dan batuan Pra-Tersier. Jenis batuan berumur muda seperti alluvium dan batuan Kuarter biasanya bersifat lepas dan akan memperkuat guncangan gempa bumi. 

III. Penyebab gempa bumi
Berdasarkan lokasi pusat gempa bumi dan kedalamannya, gempa bumi ini berasosiasi dengan aktivitas zona penunjaman lempeng Indo-Australia ke bawah lempeng Eurasia di Pantai barat Sumatera.

IV. Dampak gempa bumi:
Intensitas guncangan gempa bumi terbesar akan dirasakan di wilayah yang berdekatan dengan pusat gempa bumi, kemudian intensitasnya semakin melemah seiring bertambahnya jarak dengan pusat gempa bumi. Menurut BMKG, guncangan gempa bumi dirasakan di Tua Pejat (P. Sipora Mentawai) dengan intensitas III-IV MMI (Modified Mercalli Intensity), serta di Padang, Pariaman dan Siberut Selatan dengan intensitas II MMI. Guncangan gempa bumi susulannya dirasakan di Tua Pejat dengan intensitas III MMI.Gempa bumi ini tidak menyebabkan tsunami, karena meskipun berpusat di laut namun energinya tidak cukup kuat untuk menyebabkan deformasi di bawah laut. Hingga tanggapan ini dibuat, belum ada informasi kerusakan yang diakibatkan gempa bumi ini.

V. Rekomendasi:
(1) Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari pemerintah daerah dan BPBD setempat. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
(2) Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa susulan, yang diharapkan berkekuatan lebih kecil.



Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi
Badan Geologi - KESDM


Berita Terkini