Penandatanganan Berita Acara Serah Terima Dan Naskah Hibah Sumur Bor Dalam

Badan Geologi melalui Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan (PATGTL) melakukan Penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) dan Naskah Hibah Sumur Bor Dalam dari Kementerian ESDM kepada Pemerintah Daerah yang dilaksanakan di Grand Mercure Yogyakarta pada Rabu (25/07/2018).

 gbr1

Proses penandatanganan berita acara serah terima

Acara ini dihadiri Kepala Badan Geologi Rudy Suhendar, Direktur Jendral EBTKE, Inspektur Jendral, Sekretaris Badan Geologi, Sekretaris Ditjen EBTKE, 30 orang Bupati/Walikota, 13 orang Wakil Bupati/Walikota, 10 orang Sekretaris Daerah, Staf Ahli Bupati, 59 orang Kepala Dinas dan Kepala Bidang yang mewakili masing-masing Kabupaten/Kota penerima.

 gbr2

Inspektur Jenderal KESDM menyerahkan plakat kepada Bupati penerima sumur bor dalam

Sumur bor yang dihibahkan pada acara ini berjumlah 192 unit, tersebar di 116 Kabupaten dan Kota. Bantuan sarana sumur bor air tanah merupakan salah satu program unggulan PATGTL Badan Geologi. Dalam kurun waktu 2005 – 2017 telah dibangun sebanyak 1.782 sumur bor yang tersebar di 312 Kabupaten/Kota seluruh Indonesia. Untuk tahun anggaran 2019 Badan Geologi Kementerian ESDM merencanakan akan membangun 750 sumur bor air tanah dalam.

"Semoga dengan bertambahnya jumlah sumur bor air tanah yang dibangun, fasilitas kebutuhan air bersih di berbagai daerah terutama daerah sulit air bersih akan semakin merata, jadi tidak ada lagi warga yang kesulitan untuk mendapatkan air bersih dan semoga pembangunan ekonomi di daerah tersebut juga akan cepat berkembang” harap Rudy Suhendar, Kepala Badan Geologi.

Tujuan diadakannya acara penandatangan secara bersama menurut Ketua Pelaksana Wagiyanto, selain untuk mempercepat proses penyerahan aset persediaan, juga akan lebih efesien, efektif dan akuntabel. Keuntungan lainnya selain dari hal tersebut adalah para perwakilan daerah juga dapat berkonsultasi langsung dengan para pejabat di lingkungan KESDM. “Acara ini selain dapat bersilaturahmi, juga bisa secara langsung konsultasi apa-apa yang dapat dilakukan KESDM, bukan hanya sumur bor tapi yang terkait dengan tupoksi (tugas pokok dan fungsi) dari Kementerian ESDM di sini adalah Badan Geologi” tutur Wagiyanto

Bantuan sarana sumur bor air tanah merupakan salah satu program unggulan melalui Badan Geologi melalui Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan. Dalam kurun waktu 2005 – 2017 sumur bor yang telah disebar di 312 Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia sebanyak 1.782 unit. Seiring dengan program prioritas nasional pemerintahan Presiden Jokowidodo, tidak mustahil jika sumur bor akan bertambah tiap tahunnya.

Untuk tahun anggaran 2019 Kementerian ESDM merencanakan akan ada 750 sumur bor dalam. Sementara pada tahun 2018, Badan Geologi melalui Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan tengah melanjutkan program Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan menargetkan 550 titik sumur bor dan 500 titik bor sedang proses pembangunan di 28 provinsi seluruh Indonesia.

Inspektur Jenderal Kementerian ESDM menegaskan bahwa pembangunan sumur bor ini adalah pekerjaan yang di out sourcing yang melibatkan pihak ketiga. Program ini mendukung program Nawacita Presiden Jokowi dan berharap bisa membantu masyarakat akan tersedianya air bersih.

 

Penyusun         : Lilies Marie & Titan Roskusumah

Sumber data    : PATGTL