Badan Geologi – Bmkg Bersinergi Menangani Kebencanaan

Badan Geologi – BMKG Bersinergi Menangani Kebencanaan

gbr1

      Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika Dwikorita Karnawati menerima kunjungan Kepala Badan Geologi Rudy Suhender untuk melakukan rapat kerja, bertempat di Ruang Rapat Gedung A Badan Meteorologi dan Geofisika Jakarta, Jumat (09/03/2018). Agenda rapat ini merupakan langkah awal untuk menyusun program kerja sama.

      Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika dalam sambutannya menjelaskan bahwa sinergi dengan Badan Geologi akan membawa dampak yang sangat positif dalam hal mempercepat upaya mitigasi bencana geologi (gempabumi, tsunami, gerakan tanah, banjir bandang, dan gunungapi). Hal ini terkait pemanfaatan data berupa data klimatologi, data geofisika, dan data meteorologi yang dimiliki oleh BMKG. 

gbr2

      Peringatan dini bencana geologi yang selama ini dibuat oleh Badan Geologi tidak luput dari data yang dihasilkan oleh BMKG. Data tersebut diolah melalui sistem overlay dengan peta rawan bencana yang dihasilkan oleh Badan Geologi, sehingga menghasilkan data yang cukup akurat dalam hal mitigasi bencana geologi. Informasi kebencanaan merupakan langkah awal dalam hal mitigasi bencana geologi. Oleh karena itu apa yang bisa disinergikan antara Badan Geologi dan Badan Meteorologi dan Geofisika adalah untuk berpatisipasi dalam kepentingan bangsa, Kepala Badan Geologi menuturkan dalam sambutannya 

gbr3

      Informasi yang dihasilkan oleh Badan Geologi terkait mitigasi bencana geologi meliputi; Peta Prakiraan Kejadian Gerakan Tanah, Peta Kawasan Rawan Becana Gunungapi, Mikrozonasi seluruh kota besar di Indonesia untuk Gempa Bumi, melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Informasi hidrogeologi seluruh indonesia dihasilkan oleh Pusat Air Tanah dan Geologi Lingkungan. Data Seismotektonik serta Peta Geologi skala 1:50.000 dihasilkan oleh Pusat Survei Geologi.

      Pembahasan dilanjutkan dengan permintaan perpanjangan Nota Kesepahaman oleh Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika selama 5 tahun karena telah berakhir pada tahun 2017. Secara teknis kedua belah pihak telah siap melakukan kerja sama dalam bidang Mitigasi Bencana Geologi. Target yang ingin dicapai adalah mempercepat Early Warning System, integrasi data-data yang dimiliki kedua belah pihak, serta pengembangan riset-riset bidang kebencanaan geologi.

 

Penulis: Bagus Syulthon.