Laporan Kebencanaan Geologi 09 Maret 2018 (06:00 Wib)

I. SUMMARY:

Hari ini, Jumat 09 Maret 2018, Bencana Geologi yang terjadi sbb:

1. Gunung Api
G. Sinabung (Sumatera Utara):
Tingkat aktivitas Level IV (AWAS). G. Sinabung (2460 m dpl) mengalami erupsi menerus sejak tahun 2013.
Dari kemarin sampai pagi ini visual gunungapi lebih sering tertutup kabut. Tinggi asap kawah putih tipis tekanan lemah teramati 50  – 300 m. Aktivitas permukaan tidak disertai letusan. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah barat. Melalui rekaman seismograf pada 08 Maret 2018 tercatat:- 3 kali Gempa Hembusan- 2 kali Gempa Fase Banyak- 1 kali Gempa Low-frequency- 30 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA)- 8 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB)- 1 kali gempa Tektonik Lokal - 1 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ)
Bendungan di Sungai Laborus terbentuk akibat penumpukan endapan awan panas masih berpotensi menyebabkan lahar atau banjir bandang kalau bendungan jebol.
Rekomendasi:- Masyarakat/pengunjung agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak, dan secara sektoral dari puncak dalam jarak 7 km ke selatan-tenggara, 6 km ke tenggara-timur dan 4 km timur-utara.- Mengingat telah terbentuk bendungan di hulu Sungai Laborus maka penduduk yang bermukim di hilir di sekitar daerah aliran sungai Laborus agar tetap menjaga kewaspadaan karena bendungan ini sewaktu waktu dapat jebol karena tidak kuat menahan volume air sehingga mengakibatkan lahar/banjir bandang ke hilir.
VONA:VONA terakhir terkirim kode warna ORANGE, terbit tanggal 26 Februari 2018 pukul 06:44 WIB, terkait dengan erupsi pada pukul 01:39 WIB dimana tinggi kolom abu teramati setinggi 3160 m di atas permukaan laut atau sekitar 700 m di atas puncak, angin bertiup ke selatan - tenggara.

G. Agung (Bali):
Berdasarkan hasil analisis data visual dan instrumental serta mempertimbangkan potensi ancaman bahayanya, maka pada tanggal 10 Februari 2017 pukul 09.00 WITA status G. Agung diturunkan dari Level IV (Awas) ke Level III (Siaga).
Dari kemarin hingga hari ini secara visual gunungapi dapat teramati hingga tertutup kabut. Tinggi asap solfatara putih tipis tekanan lemah teramati 100-600 m. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah ke timur. Rekaman seismograf tanggal 08 Maret 2018 tercatat:- 15 kali Gempa Hembusan- 3 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB)- 7 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA)- 4 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ)- 1 kali Gempa Tektonik Lokal (TL)
Tanggal 09 Maret 2018 (Pk. 00:00-06:00 WITA) tercatat:-  5 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA)- 1 kali Gempa Vulkanik Dangkal- 3 kali Gempa Tektonik Jauh
Rekomendasi:- Masyarakat di sekitar G. Agung dan pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak berada, tidak melakukan pendakian dan tidak melakukan aktivitas apapun di Zona Perkiraan Bahaya yaitu di seluruh area di dalam radius 4 km dari Kawah Puncak G. Agung. - Zona Perkiraan Bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan G. Agung yang paling aktual/terbaru.- Masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar hujan yang dapat terjadi terutama pada musim hujan dan jika material erupsi masih terpapar di area puncak. Area landaan aliran lahar hujan mengikuti aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung.- Status Level III (Siaga) hanya berlaku di dalam radius 4 km seperti tersebut di atas, di luar area tersebut aktivitas dapat berjalan normal dan masih tetap aman, namun harus tetap menjaga kewaspadaan.
VONA:VONA terakhir terkirim kode warna ORANGE, terbit tanggal 13 Februari 2018 pukul 12:00 WITA, terkait dengan erupsi pada pukul 11:49 WITA dimana tinggi kolom abu teramati setinggi 4642 m di atas permukaan laut atau sekitar 1500 m di atas puncak, angin bertiup ke Timur.

G. Dukono (Halmahera):
Tingkat aktivitas Level II (WASPADA). Dukono (1229 m dpl) mengalami erupsi menerus.
Dari kemarin sampai pagi ini secara visual puncak gunungapi lebih sering tertutup kabut. Tinggi kolom abu hembusan putih kelabu tekanan sedang teramati 100-200 m dari puncak. Angin ke arah selatan. Melalui seismograf tanggal 08 Maret 2018 tercatat:- Gempa Letusan 1 kali- Gempa Tektonik Jauh 2 kali- Tremor menerus terkait hembusan abu dengan amplitudo 0.5-16 mm (dominan 2 mm).
Rekomendasi:Masyarakat di sekitar G. Dukono dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 2 km.
VONA:VONA terakhir terkirim kode warna ORANGE, terbit tanggal 06 Maret 2018 pukul 08:28 WIT, terkait letusan dengan ketinggian kolom abu 2029 m di atas permukaan laut atau 800 m di atas puncak. Kolom abu condong ke arah barat.

G. Ibu (Halmahera):
Tingkat aktivitas Level II (WASPADA). G. Ibu (1340 m dpl) mengalami erupsi secara menerus sejak tahun 2008.
Dari kemarin sampai pagi ini secara visual puncak gunungapi sering tertutup kabut. Tinggi kolom hembusan/letusan abu putih kelabu tebal tekanan sedang teramati 300-600 m dari puncak. Kolom abu condong ke barat dan selatan. Melalui seismograf tanggal 08 Maret 2018 tercatat:- 112 kali Gempa Letusan- 96 kali Gempa Hembusan- 37 kali Gempa Tremor Harmonik- 1 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ)
Rekomendasi:Masyarakat di sekitar G. Ibu dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati di dalam radius 2 km, dan perluasan sektoral berjarak 3,5 km ke arah bukaan di bagian utara dari kawah aktif G. Ibu.
VONA:VONA terakhir terkirim kode warna ORANGE, terbit 28 Agustus 2017 pukul 06:12 WIT, terkait letusan dengan ketinggian abu 1725 m di atas permukaan laut atau 400 m di atas puncak, kolom abu condong ke arah Utara.

Untuk Gunungapi status Normal: Agar masyarakat/wisatawan/pendaki tidak bermalam dan berkemah di kawah untuk menghindari potensi ancaman gas beracun.

2. Gerakan Tanah
Prakiraan wilayah potensi tejadi gerakan tanah di Indonesia pada bulan Maret  2018 yang dibandingkan bulan  Januari  2018,   realtif masih sama dan tetap tinggi potensinya di seluruh wilayah Indonesia. Kewaspadaan tetap  tinggi terhadap potensi  kejadian gerakan tanah utamanya di wilayah jawa  mengingat  pertumbuhan penduduk  dan alih fungsi lahan yang  cukup masif di wilayah ini dibanding wilayah lain di luar jawa.
Gerakan tanah terakhir terjadi : 
1. Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah;
2. Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah;
3. Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah;
4. Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur;
5. Kabupaten Sukabumi;
6. Kota Yogyakarta, Provinsi D.I. Yogyakarta 
Penyebab gerakan tanah diperkirakan :Lereng yang terjal; Minimnya pepohonan penahan lereng; Tanah lapukan yang tebal, gembur dan sarang mudah menyerap air;Kurang berfungsinya drainase/saluran air; Konstruksi penahan lereng kurang sempurna ; Konstruksi bangunan irigasi yang kurang baik atau sudah tua (dibangun tahun 1984) ; Dipicu curah hujan yang tinggi
Penyebab gerakan tanah diperkirakan :Lereng/tebing sungai yang terjal;Tanah lapukan yang tebal, gembur dan sarang mudah menyerap air; Minimnya pepohonan penahan lereng ; Timbunan untuk jalan yang belum padat;Kurang berfungsinya drainase/saluran air;Derasnya aliran sungai sehingga menggerus talud;Dipicu curah hujan yang tinggi 
Dampak  : Gerakan tanah / tanah longsor mengakibatkan 1 (satu) anak berusia 5 tahun meninggal dan 1 (satu) rumah rusak tertimpa longsoran. di Kabupaten Wonosobo (Provinsi Jawa Tengah) ; 4 (empat) rumah warga RT 01, RW. 01 Desa Kemranggen dan 2 (dua) rumah warga RT 02 RW 03 Dusun Krajan Desa Banyuasin Separe Kecamatan Loano mengalami kerusakan di  Kabupaten Purworejo, (Provinsi Jawa Tengah ); akses jalan terputus di  Kabupaten Jepara ( Provinsi Jawa Tengah) dan di Kabupaten Pacitan (Provinsi Jawa Timur);  4 rumah warga Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung dan 70 hektar lahan pertanian rusak Jalan milik warga di Kampung Cilisung, Desa Cirenghas, Kecamatan Cirenghas, ambrol sepanjang 15 meter dan lebar 1 (satu) meter dan terancam terputus serta 6 rumah warga terancam di  Kabupaten Sukabumi (Provinsi Jawa Barat); bangunan talud ambrol dan jalan rusak dan tidak bisa dilewati di Kota Yogyakarta (Provinsi D.I. Yogyakarta)
Peta prakiraan potensi gerakan tanah dari Badan Geologi perlu diacu sebagai peringatan dini.  Masyarakat dapat mengunduh melalui www.vsi.esdm.go.id.

3. Gempa Bumi
Gempa Bumi di Timur Laut Seram Bagian Timur, Maluku 
Informasi Gempa bumi:Dua Gempa bumi terjadi pada hari Kamis, 8 Maret 2018 pukul 10:33:57 dan 10:51:08 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pusat gempa bumi berada pada koordinat 131.03°BT, 3.30°LS dan 130.98°BT, 3.25°LS dengan jarak 90 km dan 85 km Timur Laut Seram Bagian Timur, dengan magnitudo 5.4 SR dan 5.7 SR pada kedalaman 25 km dan 13 km. 
Dampak gempa bumi:Belum ada laporan kerusakan  dan korban jiwa akibat gempa bumi ini.Gempabumi ini tidak menimbulkan tsunami. 
Penyebab gempa bumi:Diperkirakan akibat aktivitas di Palung Seram di sebelah utara Pulau Seram.
Rekomendasi:- Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD. - Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa susulan.


II. DETAIL
1. Gunung Api
Dari 127 Gunungapi Aktif di Indonesia, 69 gunung dipantau secara menerus 24 jam/hari. Status saat ini : 
a. 1 (satu) gunung api status AWAS/Level IV, yaitu G. Sinabung* (Sumut) sejak 2 Juni 2015.b. 1 (satu) gunung api status SIAGA/Level III, yaitu G. Agung* (Bali) sejak 10 Februari 2018.c. Sebanyak 18 gunung api Status Waspada/Level II (Marapi, Kerinci, Dempo, Anak Krakatau, Semeru, Bromo, Rinjani, Sangeangapi, Rokatenda, Soputan, Lokon, Karangetang, Gamalama, Gamkonara, Ibu*, Dukono*, Lewotolok dan Banda Api); 
c. Sisanya 49 gunung api: Status NORMAL/Level I.
Gunungapi Sinabung (Sumatera Utara).
Kegiatan Gunungapi Sinabung Sumatera Utara yang merupakan salah satu gunungapi paling aktif di Indonesia saat ini, kegiatan erupsi masih berlangsung sejak Tahun 2013. Statusnya saat ini adalah Level IV (Awas). 
Dari kemarin sampai pagi ini visual gunungapi lebih sering tertutup kabut. Tinggi asap kawah putih tipis tekanan lemah teramati 50  – 300 m. Aktivitas permukaan tidak disertai letusan. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah barat. Melalui rekaman seismograf pada 08 Maret 2018 tercatat:- 3 kali Gempa Hembusan- 2 kali Gempa Fase Banyak- 1 kali Gempa Low-frequency- 30 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA)- 8 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB)- 1 kali gempa Tektonik Lokal - 1 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ)
Hasil pemantauan pada 20 Februari 2018, kubah lava dengan volume sekitar 1,60 juta m3 sudah gugur menjadi awan panas bersama erupsi pada 19 Februari 2018 pukul 08:53 WIB .
Terjadi pembendungan Sungai Laborus oleh endapan awan panas sejak tanggal 10 April 2017 yang lalu meluncur sejauh 3,5 km dan luncuran awan panas Tanggal 02-03 Agustus 2017 sejauh 4,5 km ke lereng Tenggara dan Timur mencapai Sungai Laborus. Pemeriksaan terakhir Tanggal 28 April 2017 dan pasca luncuran awan panas 02 Agustus  2017 menunjukkan ukuran (lebar, panjang, dan luas) Danau Laborus bertambah besar. Pembendungan membentuk danau yang berpotensi menyebabkan lahar atau banjir bandang kalau bendungan jebol karena tidak kuat menahan volume air.
Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terus mengirimkan Tim Tanggap Darurat ke Sinabung untuk memperkuat kegiatan pemantauan secara menerus 24 jam per hari, berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan setempat (BPBD, TNI, POLRI), maupun melakukan sosialisasi langsung kepada masyarakat setempat.
Mengingat telah terbentuk bendungan di hulu Sungai Laborus maka penduduk yang bermukim di hilir di sekitar daerah aliran sungai Laborus agar tetap menjaga kewaspadaan karena bendungan ini sewaktu waktu dapat jebol karena tidak kuat menahan volume air sehingga mengakibatkan lahar/banjir bandang ke hilir.

Gunungapi Agung (Bali).
Pengamatan visual G. Agung dari Pos PGA Agung di Rendang menunjukkan penurunan aktivitas erupsi sejak satu bulan terakhir, erupsi terakhir terjadi pada 24 Januari 2018 dengan ketinggian abu mencapai 1000 m di atas puncak. Setelah itu, aktivitas didominasi hembusan asap kawah dengan ketinggian 50-500. Sejak satu bulan terakhir juga kegempaan yang terekam oleh seismograf cenderung mengalami penurunan, terutama jenis gempa Hembusan dan gempa Letusan. Pola perubahan energi seismik untuk periode krisis Gunung Agung mengindikasikan fluktuasi dan cenderung mengarah ke fase relaksasi. Pemantauan secara visual dengan menggunakan drone yang dilakukan pada tanggal 22 Januari 2018 menunjukkan bahwa volume kubah lava relatif tidak berubah yaitu sekitar 20 juta m3. Citra Satelit  juga mengindikasikan adanya penurunan energi termal di permukaan Kawah Gunung Agung. 
Berdasarkan hasil analisis data visual dan instrumental serta mempertimbangkan potensi ancaman bahayanya, maka pada tanggal 10 Februari 2018 pukul 09.00 WITA status G. Agung diturunkan dari Level IV (Awas) ke Level III (Siaga). 
Dari kemarin hingga hari ini secara visual gunungapi dapat teramati hingga tertutup kabut. Tinggi asap solfatara putih tipis tekanan lemah teramati 100-600 m. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah ke timur. Rekaman seismograf tanggal 08 Maret 2018 tercatat:- 15 kali Gempa Hembusan- 3 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB)- 7 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA)- 4 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ)- 1 kali Gempa Tektonik Lokal (TL)

Tanggal 09 Maret 2018 (Pk. 00:00-06:00 WITA) tercatat:-  5 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA)- 1 kali Gempa Vulkanik Dangkal- 3 kali Gempa Tektonik Jauh
Badan Geologi melalui PVMBG dan Pos Pengamatan Gunungapi Agung terus memantau perkembangan kegiatan vulkanik dan senantiasa berkoordinasi dengan satuan pelaksana (satlak) Kecamatan dan BPBD Kabupaten Karangasem tentang penanggulangan bencana erupsi Agung.

Gunungapi Dukono (Halmahera).
Dari kemarin sampai pagi ini secara visual puncak gunungapi lebih sering tertutup kabut. Tinggi kolom abu hembusan putih kelabu tekanan sedang teramati 100-200 m dari puncak. Angin ke arah selatan. Melalui seismograf tanggal 08 Maret 2018 tercatat:- Gempa Letusan 1 kali- Gempa Tektonik Jauh 2 kali- Tremor menerus terkait hembusan abu dengan amplitudo 0.5-16 mm (dominan 2 mm).
Malam hari tidak terdengar bunyi gemuruh di Pos Dukono yang berjarak 10 km di utara puncak.
Badan Geologi melalui PVMBG dan Pos Pengamatan Gunungapi Dukono terus memantau perkembangan kegiatan vulkanik dan senantiasa berkoordinasi dengan satuan pelaksana (satlak) Kecamatan dan BPBD Kabupaten Halmahera Utara tentang penanggulangan bencana erupsi Dukono.

Gunungapi Ibu (Halmahera).
Gunungapi Ibu di Halmahera Utara merupakan salah satu gunungapi di Indonesia yang letusannya sejak tahun 2000 menerus hingga saat ini. Statusnya sekarang adalah Level II (Waspada). Ancaman bahaya primer utamanya berada di sekitar puncak dan arah sektoral ke arah bukaan kawah Utara, ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di sekitar puncak G. Ibu, serta sebaran abu di udara yang dapat mengganggu penerbangan. 
Dari kemarin sampai pagi ini secara visual puncak gunungapi sering tertutup kabut. Tinggi kolom hembusan/letusan abu putih kelabu tebal tekanan sedang teramati 300-600 m dari puncak. Kolom abu condong ke barat dan selatan. Melalui seismograf tanggal 08 Maret 2018 tercatat:- 112 kali Gempa Letusan- 96 kali Gempa Hembusan- 37 kali Gempa Tremor Harmonik- 1 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ)
Badan Geologi melalui PVMBG dan Pos Pengamatan Gunungapi Ibu terus memantau perkembangan kegiatan vulkanik dan senantiasa berkoordinasi dengan satuan pelaksana (satlak) Kecamatan Ibu dan BPBD Kabupaten Halmahera Barat tentang penanggulangan bencana erupsi Gunungapi Ibu.

Informasi mengenai abu vulkanik erupsi/letusan gunungapi Indonesia yg berpotensi membahayakan keselamatan penerbangan disampaikan melalui email VONA (Volcano Observatory Notice for Aviation) dengan menggunakan aplikasi MAGMA Indonesia ((https://magma.vsi.esdm.go.id) ke stakeholders nasional maupun internasional:- Dirjen Perhubungan Udara-Kemenhub,- BMKG, - Air Nav, - Air Traffic Control, Airlines,- VAAC Darwin, - VAAC Tokyo, - dll

VONA terakhir yang terkirim:
(1) G. Sinabung, Sumatera Utara.VONA terakhir terkirim kode warna ORANGE, terbit tanggal 26 Februari 2018 pukul 06:44 WIB, terkait dengan erupsi pada pukul 01:39 WIB dimana tinggi kolom abu teramati setinggi 3160 m di atas permukaan laut atau sekitar 700 m di atas puncak, angin bertiup ke selatan - tenggara.
(2) G. Agung, Bali.VONA terakhir terkirim kode warna ORANGE, terbit tanggal 13 Februari 2018 pukul 12:00 WITA, terkait dengan erupsi pada pukul 11:49 WITA dimana tinggi kolom abu teramati setinggi 4642 m di atas permukaan laut atau sekitar 1500 m di atas puncak, angin bertiup ke Timur.
(3) G. Dukono, Maluku Utara.VONA terakhir terkirim kode warna ORANGE, terbit tanggal 06 Maret 2018 pukul 08:28 WIT, terkait tinggi hembusan putih kelabu tebal tekanan sedang 2029 m di atas permukaan laut atau 800 m di atas puncak. Kolom abu condong ke arah barat.
(4) G. Ibu, Maluku Utara.VONA terakhir terkirim dengan kode warna ORANGE, terbit tanggal 28 Agustus 2017 pukul 06:12 WIT terkait dengan erupsi yg disertai kepulan abu vulkanik setinggi 1725 m di atas permukaan laut atau 400 m dari puncak, kolom abu bergerak mengarah ke Utara.
Kegiatan gunungapi lain yg di atas NORMAL sampai pagi ini belum diikuti tanda-tanda peningkatan kegiatan.

2. Gerakan Tanah
Prakiraan wilayah potensi tejadi gerakan tanah di Indonesia pada bulan Maret   2018 yang dibandingkan bulan  Februari  2018  akan  tetap tinggi potensinya di seluruh indonesia  mulai dari  sebagian pulau Pulau Sumatra , Jawa , Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara,  Maluku dan  Papua. Wilayah Indonesia yang  secara umum berpotensi  tinggi  dan perlu diwaspadai   utamanya di daerah wilayah jalur jalan dan pemukiman di perbukitan, pegunungan,  dan sepanjang aliran sungai antara lain  wilayah Sumatera bagian Barat dan Tengah, Wilayah Jawa bagian  Barat dan Tengah dan Timur, Bali , Kalimantan bagian Barat , Selatan,  Tengah, Timur dan Utara, Sulawesi bagian Selatan, Barat , Utara, dan Tengah , Nusa Tenggara ,Selatan dan Tengah, Maluku  , dan wilayah Papua. 

Kejadian gerakan tanah / tanah longsor dalam 1 minggu terakhir  terjadi di: 
1.Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah*, 2. Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah*, 3. Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah*, 4. Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur*, 5. Kabupaten Sukabumi (Provinsi Jawa Barat), 6. Kota Yogyakarta, Provinsi D.I. Yogyakarta, 7.Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, 8.Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah, 9.Kabupaten Trenggalek, Provinsi Jawa Timur, 10.Kabupaten 50 Kota, Provinsi Sumatera Barat, 11.Kota Batu, Provinsi Jawa Timur, 12.Kota Batu, Provinsi Jawa Timur, 13.Kabupaten Gunungkidul, Provinsi D.I.Yogyakarta,  14.Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat, 15.Kabupaten Wonogiri, Provinsi D.I.Yogyakarta, 16.Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung, 17. Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat,  18.Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat, 19. Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan , 20. Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh, 21. Kabupaten Pidie, Provinsi  Aceh,  22.Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur, 23. Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah, 24. Kabupaten Kepulauan Sitaro, Provinsi Sulawesi Utara, 25. Kabupaten Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara
*Kejadian Gerakan Tanah   terbaru:
1.Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah 
Gerakan tanah terjadi di Desa Burat, Kecamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah, pada hari  Rabu 7 Maret 2018 sore, karena curah  hujan dengan intensitas tinggi dari siang hingga sore hari. Gerakan tanah yang diperkirakan berupa Longsoran bahan rombakan ini berasal dari tebing setinggi 20 meter dan mengakibatkan 1 (satu) anak berusia 5 tahun meninggal dan 1 (satu) rumah rusak tertimpa longsoran. 
Sumber :https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-3904239/bocah-5-tahun-tewas-tertimbun-longsor-di-wonosobo
Penyebab gerakan tanah diperkirakan :Lereng yang terjal; Minimnya pepohonan penahan lereng; Tanah lapukan yang tebal, gembur dan sarang mudah menyerap air;Kurang berfungsinya drainase/saluran air; Dipicu curah hujan yang tinggi

2. Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah 
Gerakan tanah terjadi di Desa Kemranggen, Kecamatan Bruno dan Dusun Krajan Desa Banyuasin Separe, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah, pada hari Rabu, 7 Maret 2018, siang hari setelah sebelumnya wilayah tersebut diguyur hujan lebat. Gerakan tanah diperkirakan berupa Longsoran bahan rombakan, berasal dari tebing di samping dan belakang pemukiman warga desa tersebut, Gerakan tanah mengakibatkan 4 (empat) rumah warga RT 01, RW. 01 Desa Kemranggen dan 2 (dua) rumah warga RT 02 RW 03 Dusun Krajan Desa Banyuasin Separe Kecamatan Loano. mengalami kerusakan. Aparat, BPBD dan warga setempat besok pagi akan melakukan kerja bakti menanggulangi bencana longsor ini. 
Sumber:http://www.krjogja.com/web/news/read/59849/Hujan_Lebat_Tiga_Desa_Diterjang_Longsor
Penyebab gerakan tanah diperkirakan :Lereng yang terjal;Minimnya pepohonan penahan lereng ;Tanah lapukan yang tebal, gembur dan sarang mudah menyerap air;Kurang berfungsinya drainase/saluran air; Dipicu curah hujan yang tinggi

3. Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah
Gerakan tanah terjadi di Desa Damarwulan, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah, pada hari Kamis 8 Maret 2018 jam 09.00 WIB, saat terjadi hujan deras sejak pagi hari. Jenis gerakan tanah diperkirakan berupa Longsoran bahan rombakan, berasal dari lereng/tebing sisi jalan. Gerakan tanah berasal dari tebing setinggi sekitar 7 meter ini mengakibatkan akses jalan antara desa Desa Damarwulan dan Desa Tempur, Kecmatan keling terputus, tertutup material longsoran sepanjang 20 meter. Untuk penanganan darurat  pihak Polsek, petugas terkait beserta warga sedang bergotong-royong membuka jalur jalan tersebut.
Sumber : https://news.detik.com/jawatengah/3905143/tebing-longsor-akses-penghubung-dua-desa-di-jepara-terputus
Penyebab gerakan tanah diperkirakan :Lereng yang terjal; Minimnya pepohonan penahan lereng; Tanah lapukan yang tebal, gembur dan sarang mudah menyerap air;Kurang berfungsinya drainase/saluran air; Dipicu curah hujan yang tinggi.

4. Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur
Gerakan tanah terjadi di jalan penghubung antar Desa Karangrejo dengan Desa Karanggede, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur, pada hari Rabu 7 Maret 2018 sore hari, setelah terjadi hujan deras sejak pagi jam 11.00 WIB. Material longsor setebal 2 meter dan panjang 35 meter itu menutup akses jalan tersebut. Jenis gerakan tanah yang diperkirakan berupa Longsoran bahan rombakan, berasal dari lereng/tebing sisi jalan. Gerakan tanah mengakibatkan akses jalan ke dua desa  tersebut terputus, tidak bisa dilalui kendaraan. Untuk penanganan darurat  pihak BPBD dibantu Babinsa dan berkoordinasi dengan Dinas PU melakukan pembersihan  material  longsor.
Sumber : https://daerah.sindonews.com/read/1287739/23/banjir-bandang-dan-longsor-terjang-2-desa-di-pacitan-1520430331
Penyebab gerakan tanah diperkirakan :Tebing/lereng yang terjal; Konstruksi penahan lereng kurang sempurna ;Tanah lapukan yang tebal, gembur dan sarang mudah menyerap air; Kurang berfungsinya drainase/saluran air; Dipicu curah hujan yang tinggi.

5. Kabupaten Sukabumi (Provinsi Jawa Barat)
Gerakan tanah terjadi di di Kampung Ciurug, Babakan, Ciesupan, Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung dan Kampung Cilisung, Desa Cirenghas, Kecamatan Cirenghas, Kabupaten Sukabumi, Rabu, pada hari Rabu 7 Maret 2018 setelah bangunan irigasi yang menampung air anak sungai Cimandiri ambrol akibat tidak kuat menahan desakan luapan air sungai. Gerakan tanah yang diperkirakan berupa Aliran bahan rombakan ini mengakibatkan   4 rumah warga Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung dan 70 hektar lahan pertanian rusak terkena terjangan aliran bahan rombakan dan bangunan irigasi yang ambrol.   Jalan milik warga di Kampung Cilisung, Desa Cirenghas, Kecamatan Cirenghas, ambrol sepanjang 15 meter dan lebar 1 (satu) meter dan terancam terputus serta 6 rumah warga terancam
Sumber :  http://www.pikiran-rakyat.com/jawa-barat/2018/03/07/bencana-banjir-dan-tanah-longsor-terjang-kota-dan-kabupaten-sukabumi-420851
Penyebab gerakan tanah diperkirakan :Lereng yang agak terjal; Minimnya pepohonan penahan lereng ;Tanah lapukan yang tebal, gembur dan sarang mudah menyerap air;Kurang berfungsinya drainase/saluran air; Konstruksi bangunan irigasi yang kurang baik atau sudah tua (dibangun tahun 1984) ; Dipicu curah hujan yang tinggi

6. Kota Yogyakarta, Provinsi D.I. Yogyakarta*
Gerakan tanah terjadi di Kelurahan Pandeyan, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta, pada hari Rabu 7 Maret 2018 malam saat hujan deras dari siang hingga sore harinya, sehingga bangunan talud S. Gajah Wong ambrol. Gerakan tanah yang diperkirakan berupa Longsoran bahan rombakan ini mengakibatkan jalan rusak dan tidak bisa dilewati. 
Sumber : http://jogja.tribunnews.com/2018/03/08/talut-di-pandeyan-umbulharjo-longsor-akibat-derasnya-arus-sungai-gajah-wong
Penyebab gerakan tanah diperkirakan :Lereng/tebing sungai yang terjal;Tanah lapukan yang tebal, gembur dan sarang mudah menyerap air;Timbunan untuk jalan yang belum padat;Kurang berfungsinya drainase/saluran air;Derasnya aliran sungai sehingga menggerus talud;Dipicu curah hujan yang tinggi 
*Rekomendasi : 
• Material segera dibersihkan dari rumah yang terkena longsoran dan dari badan jalan;
• Rumah korban dikosongkan dan dipindah ke lokasi yang aman;
• Perlu kewaspadaan bagi warga yang bermukim di sekitar lokasi bencana, dan mengungsi jika masih terjadi hujan lebat;
• Lereng dilandaikan dan ditanam pohon yang berakar kuat dan dalam;
• Perlu kewaspadaan bagi warga yang bermukim di dekat tebing terjal, bila perlu mengungsi jika terjadi hujan deras;
• Material segera dibersihkan Jalan segera diperbaiki dengan diperkuat dengan tembok penahan lereng dengan pondasi mencapai batuan/tanah keras;
• Perlu dipasang rambu-rambu bencana longsor;
• Jalan segera diperbaiki dengan diperkuat dengan tembok penahan lereng dengan pondasi mencapai batuan/tanah keras;
• Bangunan irigasi segera diperbaiki dengan konstruksi yang kuat dan tahan lama;
• Talud dan jalan segera diperbaiki dengan fondasi mencapai batuan/tanah yang keras dan pemadatan harus sempurna;
• Apabila terdapat retakan agar segera ditutup dengan tanah lempung dan dipadatkan;
• Meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat untuk lebih mengenal dan memahami gerakan tanah dan gejala-gejala yang mengawalinya sebagai upaya mitigasi bencana akibat gerakan tanah;
• Masyarakat setempat dihimbau untuk selalu mengikuti arahan dari BPBD/aparat pemerintah daerah setempat.



Jakarta, 09 Maret 2018
PVMBG, BADAN GEOLOGI, KESDM
Kasbani

Berita Terkini