Laporan Kebencanaan Geologi 30 Januari 2018 (06:00 Wib)

I. SUMMARY:

Hari ini, Selasa 30 Januari 2018, Bencana Geologi yang terjadi sbb:

1. Gunung Api

G. Agung (Bali):
Berdasarkan hasil analisis data visual dan instrumental serta mempertimbangkan potensi ancaman bahayanya, maka pada tanggal 27 November 2017 pukul 06.00 WITA status G. Agung dinaikkan dari Level III (Siaga) ke Level IV (Awas).
Dari kemarin hingga hari ini secara visual puncak gunungapi tidak dapat teramati dengan baik karena sepanjang hari gunung tertutup kabut. Angin umumnya berhembus ke arah timur. Rekaman seismograf tanggal 29 Januari 2018 tercatat:- 5 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA)- 11 kali Gempa Hembusan- Tremor menerus dengan amplitudo 1-15 mm (dominan 2 mm).
Tanggal 30 Januari 2018 (Pk. 00:00-06:00 WITA) tercatat:- 2 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA)- 2 kali Gempa Hembusan- Tremor menerus dengan amplitudo 1-12 mm (dominan 2 mm)
Rekomendasi:- Masyarakat disekitar G. Agung dan pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak berada, tidak melakukan pendakian dan tidak melakukan aktivitas apapun di Zona Perkiraan Bahaya yaitu di dalam area kawah G. Agung dan di seluruh area di dalam radius 6 km dari kawah G. Agung.-Zona Perkiraan Bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan G. Agung yg paling aktual/terbaru.- Masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran sungai-sungai yang berhulu di Gunung Agung agar mewaspadai dan mengantisipasi potensi ancaman bahaya sekunder berupa lahar hujan terutama pada musim penghujan seperti saat ini.- Status Level IV (Awas) hanya berlaku di dalam radius 6 km seperti tersebut di atas, di luar area tersebut aktivitas dapat berjalan normal dan masih tetap aman, namun harus tetap menjaga kewaspadaan.
VONA:Terakhir terkirim kode warna ORANGE, terbit tanggal 24 Januari 2018 pukul 22:37 WITA, , terkait letusan dengan ketinggian abu 4142 m di atas permukaan laut atau 1000 m dari puncak. Kolom abu condong ke arah timur-timurlaut.

G. Sinabung (Sumatera Utara):
Tingkat aktivitas Level IV (AWAS). G. Sinabung (2460 m dpl) mengalami erupsi menerus sejak tahun 2013.
Dari kemarin sampai pagi ini secara visual puncak gunungapi dapat teramati jelas hingga tertutup kabut. Teramati asap kawah utama dengan ketinggian 50-800 meter dari atas puncak, bertekanan lemah dengan warna putih hingga kelabu dan intensitas sedang. Angin umumnya berhembus ke arah timur, tenggara. Letusan dengan tinggi kolom abu 500-1500 m diatas puncak. Guguran material pijar dengan jarak luncur guguran 500-1000 m ke arah timur-tenggara. Melalui rekaman seismograf pada 29 Januari 2018 tercatat:- 6 kali Gempa Letusan- 20 kali Gempa Guguran- 17 kali Gempa Low-Frequency- 3 kali Gempa Tremor Non Harmonik
Bendungan di Sungai Laborus terbentuk akibat penumpukan endapan awan panas masih berpotensi menyebabkan lahar atau banjir bandang kalau bendungan jebol.
Rekomendasi:- Masyarakat/pengunjung agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak, dan secara sektoral dari puncak dalam jarak 7 km ke selatan-tenggara, 6 km ke tenggara-timur dan 4 km timur-utara.- Mengingat telah terbentuk bendungan di hulu Sungai Laborus maka penduduk yang bermukim di hilir di sekitar daerah aliran sungai Laborus agar tetap menjaga kewaspadaan karena bendungan ini sewaktu waktu dapat jebol karena tidak kuat menahan volume air sehingga mengakibatkan lahar/banjir bandang ke hilir.
VONA:VONA terakhir terkirim kode warna ORANGE, terbit tanggal 29 Januari 2018 pukul 15:42 WIB, terkait letusan dengan ketinggian abu 3960 m di atas permukaan laut atau 1500 m dari puncak. Kolom abu condong ke arah timur-timurlaut.

G. Dukono (Halmahera):
Tingkat aktivitas Level II (WASPADA). Dukono (1229 m dpl) mengalami erupsi menerus.
Dari kemarin sampai pagi ini secara visual puncak gunungapi dapat teramati jelas hingga tertutup kabut. Teramati asap kawah utama dengan ketinggian 100-400 meter dari atas puncak, bertekanan lemah dengan warna putih hingga kelabu dan intensitas sedang hingga tebal. Letusan teramati setinggi 100-400 m diatas puncak.  Melalui seismograf tanggal 29 Januari 2018 tercatat:- Tremor menerus terkait hembusan abu dengan amplitudo 0,5-26 mm (dominan 2 mm).- Gempa Letusan 3 kali.
Tidak terdengar bunyi gemuruh lemah di Pos Dukono yang berjarak 10 km di utara puncak.
Rekomendasi:Masyarakat di sekitar G. Dukono dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 2 km.
VONA:Terakhir tercatat kode warna ORANGE, terbit tanggal 28 Januari 2018 pukul 18:43 WIT, terkait letusan dengan ketinggian abu 1729 m di atas permukaan laut atau 500 m dari puncak. Kolom abu condong ke arah tenggara.

G. Ibu (Halmahera):
Tingkat aktivitas Level II (WASPADA). G. Ibu (1340 m dpl) mengalami erupsi secara menerus sejak tahun 2008.
Dari kemarin sampai pagi ini secara visual gunung umumnya tertutup Kabut sehingga pengamatan secara visual asap kawah tidak dapat dilakukan dengan baik.  Angin bertiup pelan hingga sedang ke arah timur. Pada 29 Januari 2018 rekorder seismograf tidak dapat merekam gempa dengan baik karena mengalami kerusakan (carrier off).  

Rekomendasi:Masyarakat di sekitar G. Ibu dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati di dalam radius 2 km, dan perluasan sektoral berjarak 3,5 km ke arah bukaan di bagian utara dari kawah aktif G. Ibu.
VONA:Terakhir tercatat kode warna ORANGE, terbit 28 Agustus 2017 pukul 06:12 WIT, terkait letusan dengan ketinggian abu 1725 m di atas permukaan laut atau 400 m di atas puncak, kolom abu condong ke arah Utara.

G. Ili Lewotolok (Lembata NTT):
Tingkat aktivitas Level II (WASPADA). G. Ili Lewotolok (1319 m dpl) sering mengalami krisis kegempaan yang berkaitan erat dengan kegiatan tektonik lokal di bagian utara gunungapi.
Dari kemarin sampai pagi ini ini secara visual gunung umumnya tertutup Kabut sehingga pengamatan secara visual asap kawah tidak dapat dilakukan dengan baik. Melalui rekaman seismograf pada 29 Januari 2018 tidak tercatat gempa-gempa tektonik maupun vulkanik.
Rekomendasi:Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok dan pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak berada, tidak melakukan pendakian, dan tidak beraktivitas dalam zona perkiraan bahaya di dalam area kawah G. Ili Lewotolok dan di seluruh area dalam radius 2 km dari puncak/pusat aktivitas G. Ili Lewotolok.
VONA:Terakhir tercatat kode warna YELLOW, terbit 09 Oktober 2017 pukul 09:26 WIT, terkait hembusan asap kawah putih tipis mencapai ketinggian 1923 m dari permukaan laut atau 500 m dari puncak. Angin bertiup ke barat.
Untuk Gunungapi status Normal: Agar masyarakat/wisatawan/pendaki tidak bermalam dan berkemah di kawah untuk menghindari potensi ancaman gas beracun.

2. Gerakan Tanah
 
Prakiraan wilayah potensi tejadi gerakan tanah di Indonesia pada bulan Desember  2017 yang dibandingkan bulan  Januari 2018,  walaupun tetap tinggi potensinya namun  sedikit mengalami penurunanan potensinya di seluruh wiilayah Indonesia. Kewaspadaan tinggi terhadap potensi  kejadian gerakan tanah utamanya di wilayah jawa  mengingat  pertumbuhan penduduk  dan alih fungsi lahan yang  cukup masif di wilayah ini dibanding wilayah lain di luar jawa.
Gerakan tanah terakhir terjadi :
1. Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali.2. Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur3. Kabupaten  Brebes, Provinsi Jawa Tengah. 4. Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur.5. Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat.
Penyebab terjadinya gerakan tanah diperkirakan akibat kelerengan, material tanah bersifat porous dan labil, serta tingginya curah hujah sebelum dan atau saat terjadinya gerakan tanah sehingga lereng menjadi tidak stabil
Dampak  : Gerakan tanah / tanah longsor mengakibatkan  jalan tertimbun longsor dan lalu lintas terhambat di Kabupaten Karangasem (Provinsi Bali), di  Kabupaten Timor Tengah Utara (Provinsi Nusa Tenggara Timur) dan Kabupaten Sukabumi (Provinsi Jawa Barat); satu 1rumah rusak dan 6 rumah terancam di Kabupaten  Brebes (Provinsi Jawa Tengah); saluran irigasi tertutup longsoran di  Kabupaten Sumba Timur (Provinsi Nusa Tenggara Timur); 
Peta prakiraan potensi gerakan tanah dari Badan Geologi perlu diacu sebagai peringatan dini.  Masyarakat dapat mengunduh melalui www.vsi.esdm.go.id.

3. Gempa Bumi

Gempa bumi di Baratlaut Kabupaten Jayapura, Papua
Informasi Gempa Bumi:Gempa bumi terjadi pada hari Senin, 29 Januari 2018, pukul 23:25:53 WIB. Berdasarkan BMKG, pusat gempa bumi terletak pada koordinat 139,45° BT dan 2,92° LS, dengan kekuatan 5,1 SR pada kedalaman 53 km, berjarak 45 km Baratlaut Kabupaten Jayapura, Papua. Menurut USGS, pusat gempa bumi terletak pada koordinat 139,456° BT dan 2,806° LS, dengan kekuatan 5,0 mb, pada kedalaman 92,4 km.
Penyebab gempa bumi:Diperkirakan berasosiasi dengan aktivitas Zona Penunjaman (Subduksi) Lempeng Pasifik di bawah Pulau Papua, sebelah Utara Pulau Papua. 
Dampak gempa bumi:Belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan. Gempa bumi ini tidak menimbulkan tsunami.
Rekomendasi:(1) Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat. (2) Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempabumi susulan.

II. DETAIL
 
1. Gunung Api
 
Dari 127 Gunungapi Aktif di Indonesia, 69 gunung dipantau secara menerus 24 jam/hari. Status saat ini : 
a. 2 gunung api status AWAS/Level IV, yaitu G. Sinabung sejak 2 Juni 2015*, Sumut; serta G. Agung sejak 27 November 2017.b. Sebanyak 18 gunung api Status Waspada/Level II (Marapi, Kerinci, Dempo*, Anak Krakatau, Semeru, Bromo, Rinjani, Sangeangapi, Rokatenda, Soputan, Lokon, Karangetang, Gamalama, Gamkonara, Ibu*, Dukono*, Lewotolok* dan Banda Api); 
c. Sisanya 49 gunung api: Status NORMAL/Level I.

Gunungapi Agung (Bali).
Pengamatan visual G. Agung dari Pos PGA Agung di Rendang menunjukkan penurunan sejak tanggal 20 Oktober 2017 dengan asap dari bibir kawah hingga setinggi 50-500. Sejak 20 Oktober 2017 kegempaan yang terekam oleh seismograf terus menurun jumlahnya, terutama jenis gempa Vulkanik Dangkal (VB) dan gempa Tektonik Lokal (TL). Pola perubahan energi seismik untuk periode krisis Gunung Agung juga mengindikasikan penurunan dan mengalami percepatan yang semakin lambat dan cenderung mengarah ke fase relaksasi. Pemantauan secara visual dengan menggunakan drone yang dilakukan pada tanggal 29 Oktober 2017 menunjukkan aktivitas hembusan gas di dalam kawah relatif menurun intensitasnya dibanding hasil pemantauan pada 20 Oktober 2017. Pemantauan termal dengan menggunakan citra satelit Sentinel-2, Intesitas anomali termal pada bulan Oktober 2017 cenderung menurun dibanding dengan bulan September 2017. Citra Satelit ASTER TIR juga mengindikasikan adanya penurunan luas area panas di dalam Kawah Gunung Agung. 
Berdasarkan hasil analisis data visual dan instrumental serta mempertimbangkan potensi ancaman bahayanya, maka pada tanggal 29 Oktober 2017 pukul 16.00 WITA status G. Agung diturunkan dari Level IV (Awas) ke Level III (Siaga). Sehubungan dengan peningkatan kembali aktivitas vulkanik G. Agung secara signifikan secara visual maupun instrumental, maka pada 27 November 2017 pukul 06:00 WITA tingkat aktivitasnya dinaikkan kembali dari Siaga (Level III) menjadi Awas (Level IV).
Dari kemarin hingga hari ini secara visual puncak gunungapi tidak dapat teramati dengan baik karena sepanjang hari gunung tertutup kabut. Angin umumnya berhembus ke arah timur. Rekaman seismograf tanggal 29 Januari 2018 tercatat:- 5 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA)- 11 kali Gempa Hembusan- Tremor menerus dengan amplitudo 1-15 mm (dominan 2 mm).
Tanggal 30 Januari 2018 (Pk. 00:00-06:00 WITA) tercatat:- 2 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA)- 2 kali Gempa Hembusan- Tremor menerus dengan amplitudo 1-12 mm (dominan 2 mm)
Badan Geologi melalui PVMBG dan Pos Pengamatan Gunungapi Agung terus memantau perkembangan kegiatan vulkanik dan senantiasa berkoordinasi dengan satuan pelaksana (satlak) Kecamatan dan BPBD Kabupaten Karangasem tentang penanggulangan bencana erupsi Agung.

Gunungapi Sinabung (Sumatera Utara).
Kegiatan Gunungapi Sinabung Sumatera Utara yang merupakan salah satu gunungapi paling aktif di Indonesia saat ini, kegiatan erupsi masih berlangsung sejak Tahun 2013. Statusnya saat ini adalah Level IV (Awas). 
Dari kemarin sampai pagi ini secara visual puncak gunungapi dapat teramati jelas hingga tertutup kabut. Teramati asap kawah utama dengan ketinggian 50-800 meter dari atas puncak, bertekanan lemah dengan warna putih hingga kelabu dan intensitas sedang. Angin umumnya berhembus ke arah timur, tenggara. Letusan dengan tinggi kolom abu 500-1500 m diatas puncak. Guguran material pijar dengan jarak luncur guguran 500-1000 m ke arah timur-tenggara. Melalui rekaman seismograf pada 29 Januari 2018 tercatat:- 6 kali Gempa Letusan- 20 kali Gempa Guguran- 17 kali Gempa Low-Frequency- 3 kali Gempa Tremor Non Harmonik
Hasil pengukuran volume kubah lava yang dilakukan terakhir kali pada tanggal 3 Januari 2018 dan yang berpotensi menjadi awan panas guguran dan guguran lava adalah sekitar 1,60 juta m3.
Terjadi pembendungan Sungai Laborus oleh endapan awan panas sejak tanggal 10 April 2017 yang lalu meluncur sejauh 3,5 km dan luncuran awan panas Tanggal 02-03 Agustus 2017 sejauh 4,5 km ke lereng Tenggara dan Timur mencapai Sungai Laborus. Pemeriksaan terakhir Tanggal 28 April 2017 dan pasca luncuran awan panas 02 Agustus  2017 menunjukkan ukuran (lebar, panjang, dan luas) Danau Laborus bertambah besar. Pebendungan membentuk danau yang berpotensi menyebabkan lahar atau banjir bandang kalau bendungan jebol karena tidak kuat menahan volume air.
Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terus mengirimkan Tim Tanggap Darurat ke Sinabung untuk memperkuat kegiatan pemantauan secara menerus 24 jam per hari, berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan setempat (BPBD, TNI, POLRI), maupun melakukan sosialisasi langsung kepada masyarakat setempat.
Mengingat telah terbentuk bendungan di hulu Sungai Laborus maka penduduk yang bermukim di hilir di sekitar daerah aliran sungai Laborus agar tetap menjaga kewaspadaan karena bendungan ini sewaktu waktu dapat jebol karena tidak kuat menahan volume air sehingga mengakibatkan lahar/banjir bandang ke hilir.

Gunungapi Dukono (Halmahera).
Gunungapi Dukono di Halmahera Utara merupakan salah satu gunungapi di Indonesia yang letusannya menerus hingga saat ini. Statusnya sekarang adalah Level II (Waspada). Ancaman bahaya cukup berarti hanya di sekitar kawah puncak dan sebaran abu di udara yang dapat mengganggu penerbangan. 
Dari kemarin sampai pagi ini secara visual puncak gunungapi dapat teramati jelas hingga tertutup kabut. Teramati asap kawah utama dengan ketinggian 100-400 meter dari atas puncak, bertekanan lemah dengan warna putih hingga kelabu dan intensitas sedang hingga tebal. Letusan teramati setinggi 100-400 m diatas puncak.  Melalui seismograf tanggal 29 Januari 2018 tercatat:- Tremor menerus terkait hembusan abu dengan amplitudo 0,5-26 mm (dominan 2 mm).- Gempa Letusan 3 kali.
Tidak terdengar bunyi gemuruh lemah di Pos Dukono yang berjarak 10 km di utara puncak.
Badan Geologi melalui PVMBG dan Pos Pengamatan Gunungapi Dukono terus memantau perkembangan kegiatan vulkanik dan senantiasa berkoordinasi dengan satuan pelaksana (satlak) Kecamatan dan BPBD Kabupaten Halmahera Utara tentang penanggulangan bencana erupsi Dukono.

Gunungapi Ibu (Halmahera).
Gunungapi Ibu di Halmahera Utara merupakan salah satu gunungapi di Indonesia yang letusannya sejak tahun 2000 menerus hingga saat ini. Statusnya sekarang adalah Level II (Waspada). Ancaman bahaya primer utamanya berada di sekitar puncak dan arah sektoral ke arah bukaan kawah Utara, ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di sekitar puncak G. Ibu, serta sebaran abu di udara yang dapat mengganggu penerbangan. 
Dari kemarin sampai pagi ini secara visual gunung umumnya tertutup Kabut sehingga pengamatan secara visual asap kawah tidak dapat dilakukan dengan baik.  Angin bertiup pelan hingga sedang ke arah timur. Pada 28 Januari 2018 rekorder seismograf tidak dapat merekam gempa dengan baik karena mengalami kerusakan (carrier off).
Badan Geologi melalui PVMBG dan Pos Pengamatan Gunungapi Ibu terus memantau perkembangan kegiatan vulkanik dan senantiasa berkoordinasi dengan satuan pelaksana (satlak) Kecamatan Ibu dan BPBD Kabupaten Halmahera Barat tentang penanggulangan bencana erupsi Ibu.

Gunungapi Ili Lewotolok (Lembata NTT).
Gunungapi Ili Lewotolok di Pulau Lembata merupakan salah satu gunungapi aktif di Nusa Tenggara Timur. Karakteristik erupsi sejak Tahun 1660-1920 adalah erupsi tipe letusan bersifat vulkanian dari kawah puncak. Kegiatan vulkanik setelah Erupsi 1920 adalah krisis kegempaan vulkanik tanpa diikuti erupsi. Ili Lewotolok sering mengalami krisis Kegempaan yang selalu berkaitan dengan kegiatan tektonik lokal baik terasa maupun tidak terasa di bagian utara gunungapi. Statusnya sekarang adalah Level II (Waspada). Ancaman bahaya primer awan panas utamanya  berada di dalam radius 4 km dari puncak dan arah sektoral sejauh 6 km ke arah baratdaya, selatan, dan timurlaut. Bahaya lahar di daerah aliran sungai yang bermuara ke baratdaya dan selatan.
Dari kemarin sampai pagi ini ini secara visual gunung umumnya tertutup Kabut sehingga pengamatan secara visual asap kawah tidak dapat dilakukan dengan baik. Melalui rekaman seismograf pada 29 Januari 2018 tidak tercatat gempa-gempa tektonik maupun vulkanik.
Badan Geologi melalui PVMBG dan Pos Pengamatan Gunungapi Ili Lewotolok terus memantau perkembangan kegiatan vulkanik dan senantiasa berkoordinasi dengan satuan pelaksana (satlak) Kecamatan  dan BPBD Kabupaten Lembata tentang penanggulangan bencana erupsi Lewotolo.

Informasi mengenai abu vulkanik erupsi/letusan gunungapi Indonesia yg berpotensi membahayakan keselamatan penerbangan disampaikan melalui email VONA (Volcano Observatory Notice for Aviation) dengan menggunakan aplikasi MAGMA Indonesia ((https://magma.vsi.esdm.go.id) ke stakeholders nasional maupun internasional:- Dirjen Perhubungan Udara-Kemenhub,- BMKG, - Air Nav, - Air Traffic Control, Airlines,- VAAC Darwin, - VAAC Tokyo, - dll

VONA terakhir yang terkirim:
(1) G. Agung, Bali.Terakhir terkirim kode warna ORANGE, terbit tanggal 24 Januari 2018 pukul 22:37 WITA, , terkait letusan dengan ketinggian abu 4142 m di atas permukaan laut atau 1000 m dari puncak. Kolom abu condong ke arah timur-timurlaut.
(2) G. Sinabung, Sumatera Utara.VONA terakhir terkirim kode warna ORANGE, terbit tanggal 29 Januari 2018 pukul 15:42 WIB, terkait letusan dengan ketinggian abu 3960 m di atas permukaan laut atau 1500 m dari puncak. Kolom abu condong ke arah timur-timurlaut.
(3) G. Dukono, Maluku Utara.Terakhir tercatat kode warna ORANGE, terbit tanggal 28 Januari 2018 pukul 18:43 WIT, terkait letusan dengan ketinggian abu 1729 m di atas permukaan laut atau 500 m dari puncak. Kolom abu condong ke arah tenggara.
(4) G. Ibu, Maluku Utara.VONA terakhir terkirim dengan kode warna ORANGE, terbit tanggal 28 Agustus 2017 pukul 06:12 WIT terkait dengan erupsi yg disertai kepulan abu vulkanik setinggi 1725 m di atas permukaan laut atau 400 m dari puncak, kolom abu bergerak mengarah ke Utara.
(5) G. Ili Lewotolok, Nusa Tenggara Timur.VONA terakhir terkirim kode warna ORANGE, terbit tanggal 26 Desember 2017 Pukul 19:52 WIB, terkait letusan dengan ketinggian abu 3960 m di atas permukaan laut atau 1500 m dari puncak. Kolom abu condong ke arah timur-tenggara.

Kegiatan gunungapi lain yg di atas NORMAL sampai pagi ini belum diikuti tanda-tanda peningkatan kegiatan.

2. Gerakan Tanah
 
Dibandingkan  bulan Desember    2017 , pada bulan Januari   2018 , gerakan tanah / tanah longsor    akan  tetap tinggi potensinya di seluruh indonesia  walaupun mengalami  sedikit  penurunan di bandingkan  Desember 2017 , mulai dari  Pulau Sumatra , Jawa , Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara,  Maluku dan  Papua. Wilayah Indonesia yang  secara umum berpotensi  tinggi  dan perlu diwaspadai   utamanya di daerah perbukitan, pegunungan,  wilayah jalur jalan dan sepanjang aliran sungai anara lain  wilayah Sumatera bagian Barat dan Tengah, Wilayah Jawa bagian  Barat dan Tengah dan Timur, Bali , Kalimantan bagian Barat , Selatan,  Tengah, Timur dan Utara, Sulawesi bagian Selatan, Barat , Utara, dan Tengah , Nusa Tenggara ,Selatan, Tengah  dan Utara, Maluku  , dan wilayah Papua. 

Kejadian gerakan tanah / tanah longsor dalam 1 minggu terakhir  terjadi di: 
1.Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali*, 2.Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur*, 3. Kabupaten  Brebes, Provinsi Jawa Tengah*, 4. Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur*, 5.  Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat*, 6.Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, 7.Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali, 8. Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur, 9.Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, 10.Kabupaten Kulonprogo, Provinsi D.I.Yogyakarta, 11.Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, 12. Kabupaten, Minahasa Selatan, Provinsi Sulawesi Utara, 13.Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah, 14. Kabupaten Gunungkidul, Provinsi D.I.Yogyakarta, 15.  Kabupaten Blitar, Provinsi  Jawa Timur, 16. Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah, 17. Kabupaten  Lumajang, Provinsi Jawa Timur, 18. Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat,  19.Kabupaten Badung, Provinsi Bali, 20.Kabupaten Banyumas, Provinsi  Jawa Tengah, 21.Kabupaten Malang,  Provinsi Jawa Timur, 22.Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, 23.Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah, 24.Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali, 25. Kabupaten  Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah, 26. Kabupaten  Bangli, Provinsi Bali, 27. Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur.

*Kejadian Gerakan Tanah   terbaru:

1.  Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali.
Gerakan tanah terjadi Dusun Abyan Tiing, Desa Amerta Buana, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali. Pada hari Minggu, 28 Januari 2018. Gerakan Tanah ini mengakibatkan badan jalan tertimbun material longsoran. Gerakan tanah yang terjadi adalah longsoran bahan rombakan. 
Sumber  : http://kodam-udayana.mil.id/berita-babinsa-amerta-bhuana-gotong-royong-bersihkan-material-longsor-di-karangasem.html
Penyebab gerakan tanah adalah kemiringan lereng yang dipicu oleh hujan deras yang terjadi sejak satu hari sebelumnya, sehingga lereng menjadi tidak stabil. 
2. Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur
Gerakan tanah terjadi di jalur jalan Maubesi - Manamas - Wini, dan Kefamenanu- Manamas – Wini, Kecamatan Naibenu, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Kupang. Terjadi pada hari Minggu, 28 Januari 2018. Gerakan tanah mengakibatkan dua ruas jalan ini terputus.
Sumber : http://kupang.tribunnews.com/2018/01/29/ruas-jalan-nasional-menuju-ke-arah-pantura-ttu-terancam-putus
Penyebab gerakan tanah adalah kemiringan lereng, curah hujan yang tinggi dan lama. Jenis Gerakan tanah yang terjadi adalah longsoran bahan rombakan.

3. Kabupaten  Brebes, Provinsi Jawa Tengah.
Gerakan tanah terjadi di Desa Linggapura, Kec. Tonjong, Kab. Brebes, Provinsi Jawa Tengah. Terjadi pada akhir tahun 2017, dan masih bergerak hingga Minggu, 28 Januari 2018. Dampak dari gerakan tanah ini adalah 1 rumah rusak, 6 rumah terancam. Sumber : https://panturapost.com/daerah/2018/01/28/tebing-kritis-enam-rumah-di-linggapura-brebes-terancam-longsor/ Penyebab terjadinya gerakan tanah diduga akibat kemiringan lereng yang terjal dipicuh curah hujan yang tinggi dan lama, sehingga mengakibatkan lereng tidak stabil. Jenis Gerakan tanah berupa nendatan atau rayapan.

4. Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Gerakan Tanah terjadi di kampung Kahuduburung, Kelurahan Kawangu, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Gerakan tanah terjadi pada Hari Minggu, 28 Januari 2018 sore. Gerakan tanah mengakibatkan material longsoran seperti, tanah, batu dan batang pohon menutupi saluran irigasi Kawangu sepanjang  sekitar 50 meter
Sumber : http://kupang.tribunnews.com/2018/01/29/longsor-menutupi-saluran-irigasi-kawangu-sumba-timur Gerakan tanah yang terjadi diperkirakan berupa longsoran bahan rombakan. Penyebab gerakan tanah diduga akibat curah hujan yang tinggi dan lama, kemiringan lereng yang curam, sehingga lereng menjadi tidak stabil.

5.  Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat.
Gerakan Tanah terjadi di Kampung Tipar Dusun 4, Desa Gunungtanjung, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Terjadi pada Senin, 29 Januari 2018 sekitar pukul 05.30 wib. Adapun warga yang terdampak longsoran sebanyak 258 Kepala keluarga dengan kurang lebih 1.200 jiwa yang berada di RW 07 dan 06. Gerakan tanah ini mengakibatkan tebing jalan longor dan menimbun badan jalan. 
Sumber : https://kumparan.com/sukabumi-update/longsor-tutup-jalan-warga-desa-gunungtanjung-sukabumi-terisolir 
Gerakan tanah yang terjadi diperkirakan berupa longsoran bahan rombakan. Penyebab gerakan tanah diduga akibat kemiringan lereng yang curam sert dipicuh curah hujan yang tinggi dan lama, sehingga lereng menjadi tidak stabil. Rekomendasi :
• Agar masyarakat yang beraktifitas dan melalui jalan ini lebih waspada karena daerah tersebut masih berpotensi untuk terjadinya longsor susulan;
• Memperbaiki  saluran drainase untuk memperlancar aliran air permukaan;
• Membuat rambu-rambu lalu lintas peringatan rawan longsor, agar pengguna jalan waspada bila melalui jalur jalan ini, terutama di musim hujan;
• Retakan agar segera ditutup dengan tanah lempung dan dipadatkan;
• Material longsoran yang menutup saluran irigasi agar segera dibersihkan, dalam pelaksanaan pembersihan pelaksanaan pembersihan agar tidak dilaksanakan pada saat hujan dan setelah hujan, karena daerah ini masih berpotensi terjadi gerakan tanah susulan.• Warga terdampak longsoran dipindahkan ke lokasi yang lebih aman;
• Membuat rambu di daerah jalur jalan rawan longsor untuk meningkatkan kewaspadaan pengguna jalan;
• Melakukan monitoring dan segera melaporkan jika ada potensi longsor;
• Membangun penahan erosi, jika tidak,  agar tidak membangun pemukiman di dekat tebing  / lereng;
• Menjaga fungsi lahan dengan menanami vegetasi berakar dalam dan kuat serta  menata aliran air permukaan pada tebing di atas jalan tersebut;
• Meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat untuk lebih mengenal dan memahami gerakan tanah dan gejala-gejala yang mengawalinya sebagai upaya mitigasi bencana gerakan tanah;
• Masyarakat agar tenang dan selalu mengikuti arahan pemerintah daerah atau  BPBD setempat.


Bandung, 30 Januari 2018
PVMBG Badan Geologi, KESDM
Kasbani